Conference

Kerangka Acuan Konferensi


Hari Pertama: Kamis, 7 September 2017

Pukul: 09.00 WIB

 

Keynote Speech:  

Tema: Developing Knowledge Community: Quintuple Helix and Beyond”

Waktu: 40 menit

Berbagai persoalan ekonomi, keterbelakangan teknologi, serta kondisi lingkungan alam yang kian terancam menantang dan mengundang berbagai pihak dan aktor-aktor kunci untuk ambil peran dan turun tangan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji peranan dan hubungan antara empat pilar pembangunan yaitu universitas, industri, pemerintah dan masyarakat sipil dalam proses pengembangan masyarakat berpengetahuan yang berbasis pada sensitivitas terhadap  lingkungan (pendekatan Quintuple Helix). Pengembangan kebijakan, pengetahuan dan inovasi di semua lini akan selalu bersinggungan dengan isu ekologi yang ada saat ini sehingga membutuhkan komitmen dari keempat pilar untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan (knowledge society)  yang juga memiliki kepekaan untuk menghadapi transisi sosio-ekologi di masa mendatang.

Topik yang akan dibahas antara lain meliputi:

  1. Inovasi dalam pembangunan sosial-ekonomi berbasis teknologi informasi dan komunikasi
  2. Isu global yang terkait dengan inovasi melalui integrasi antara pemerintah, korporasi, universitas berbasis masyarakat dan lingkungan.
  3. Kebijakan pemerintah Republik Indonesia dalam mengaplikasikan Quintuple Helix.

Tanya jawab:  20 menit

Plenary I:  ‘Peranan Industri dan Universitas untuk Mewujudkan Knowledge Society

Institusi pendidikan tentunya berharap mampu membentuk simbiosis mutualisme dengan perusahaan, tidak hanya dalam hal pendanaan namun juga pembangunan industri yang berbasis pada universitas. Plenary yang pertama ini diharapkan mampu mendiskusikan terkait hubungan serta pengalaman dari dua pilar tersebut, yakni industri dan universitas, untuk tetap menghasilkan pengetahuan dan inovasi terus menerus. Selain itu, isu global menjadi relevan terkait dengan konsep industri kreatif serta pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri sehingga mampu menambah nuansa diskusi dalam plenary session kali ini.

Topik 1: “Kebijakan Inovasi Kreatif dan Kewirausahaan Berbasis Masyarakat dan Lingkungan

Sub Topik:

  1. Dinamika pembangunan berkelanjutan untuk menghasilkan knowledge community
  2. Potensi nasional untuk pengembangan ekonomi kreatif
  3. Produksi dan inovasi yang efektif, melalui pengembangan industri kreatif
  4. Pengembangan kewirausahaan sebagai pelaku ekonomi kreatif
  5. Tantangan dalam mewujudkan knowledge community yang berbasis masyarakat mandiri ekonomi

Waktu: 30 menit

Topik 2: “Peran Stratejik dan Tantangan Universitas dalam Pengembangan Riset, Inovasi, dan Pengetahuan”

Sub Topik:

  1. Universitas sebagai sumber potensi manusia (human capital): kondisi global dan kondisi nasional (Indonesia)
  2. Sinaergi antara univeristas, industri, dan pemerintah dalam proses pengembangan masyarakat berpengetahuan
  3. Posisi dan tantangan yang dihadapi universitas sebagai socio-economic agent sekaligus innovation organizer

Waktu: 30 menit

Tanya jawab: 30 menit

 


 

Hari Kedua: Jumat, 8 September 2017

Pukul: 09.00 WIB

 

Plenary 2:  ‘Posisi dan Peran Korporasi Media dan Masyarakat Sipil dalam Pengembangan Masyarakat Berpengetahuan

Plenary hari kedua, akan mendiskusikan dinamika yang ada dalam korporasi media, masyarakat sipil dalam kaitannya dengan pembangunan demokratisasi di masyarakat. Dalam konteks quintuple helix ditekankan perlunya penguatan masyarakat sipil dan demokratisasi dalam proses penciptaan inovasi dengan mengikutsertakan peran masyarakat berbasis media dan budaya. Di sini korporasi media menjadi memiliki peranan yang sangat signifikan. Peran korporasi media dalam hal ini sebagai bentuk aliansi strategis di mana peranannya sangat penting untuk membangun demokratisasi. Demokratisasi di sini dimaksudkan sebagai upaya untuk menggali dan memberi ruang diskusi atau dialog bagi pemberdayaan masyarakat sipil. Selanjutnya dalam plenary ini, menghadirkan pembicara dari pihak akademisi (dosen) untuk mengamati bagaimana peran media dalam penciptaan demokratisasi dan  pelibatan masyarakat sipil dalam pengembangan inovasi.

Topik 1: “Peran Korporasi Media sebagai Sarana Demokratisasi Menuju Masyarakat Berpengetahuan”

Sub Topik:

  1. Posisi korporasi media sebagai fasilitator pembentuk masyarakat berpengetahuan
  2. Kontribusi korporasi media sebagai motor pembangunan demokratisasi mewujudkan masyarakat berpengetahuan dalam konteks global dan nasional (Indonesia)
  3. Tantangan global dan nasional yang dihadapi dalam menjembatani terciptanya masyarakat berpengetahuan

Waktu: 30 menit

Topik 2: “Penguatan Masyarakat Sipil dalam Proses Demokratisasi Penciptaan Inovasi yang Memiliki Sensitivitas pada Lingkungan”

Sub Topik:

  1. Filosofi mendasar mengenai peran masyarakat sipil dalam konteks pengembangan masyarakat berpengetahuan
  2. Kritik masyarakat sipil di tengah arus media dan informasi
  3. Tantangan masyarakat sipil untuk terus berkontribusi terhadap inovasi

Waktu: 30 menit

Topik 3: “Peran Media dalam Demokratisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sipil terkait Inovasi yang Memiliki Sensitivitas pada Lingkungan dalam Bingkai Akademisi”

Sub Topik:

  1. Bagaimana media berperan sebagai penyedia ruang diskusi untuk pengembangan inovasi
  2. Pemberdayaan masyarakat sipil yang terlibat sebagai pelaku (subjek) dalam inovasi, bukan hanya sebagai objek
  3. Peran akademisi dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan media menuju masyarakat berpengetahuan

Waktu: 30 menit

Tanya jawab : 30 menit